Selasa, 01 Januari 2013

CARA PENGERJAAN PERHITUNGAN DEBIT ALIRAN

Hitung debit aliran (Q) dengan langkah-langkah berikut: (1) Cari data curah hujan di Lembaga Meteorologi dan Geofiksika (sesuai pasal 4.2.4 butir 1); (2) Tentukan periode ulang rencana untuk saluran drainase, yaitu 5 tahun; (3) Tentukan lamanya waktu hujan yang terkonsentrasi selama 4 jam dengan hujan efektif sebesar 90% dari jumlah hujan selama 24 jam; (4) Hitung intensitas curah hujan dengan rumus (1) dan (2), yaitu: XT = X + Sx / Sn (YT – Y) I = (mm/jam) (5) Buat garis lengkung intensitas curah hujan rencana dengan cara memplot harga intensitas curah hujan (mm/jam), pada waktu konsentrasi 240 menit dan kemudian tarik garis lengkung yang searah dengan lengkung basis; (6) Tentukan panjang daerah pengaliran, L1, L2, dan L3, kemudian tentukan kondisi permukaan berikut koefisien hambatan, nd (lihat Tabel 10); (7) Tentukan kecepatan aliran (V), sesuai dengan Tabel 2, serta panjang saluran (L); (8) Hitung waktu konsentrasi (Tc) dengan rumus (3), (4), dan (5), yaitu: TC = t1 + t2 t1 = ( 2/3 x 3,28 x Lo . )0.167 t2 = (9) Tentukan intensitas hujan rencana (I rencana) dengan cara memplot harga Tc di kurva basis dan tarik garis lurus ke atas sampai memotong garis lengkung intensitas hujan rencana, dan tarik garis lurus sampai memotong garis intensitas hujan (mm/jam); (10) Tentukan panjang daerah pengaliran; (11) Identifikasi jenis bahan permukaan daerah aliran; (12) Tentukan luas daerah pengaliran sesuai dengan Sub-Bab 4.2.4 butir 9; (13) Tentukan koefisien aliran (C) berdasarkan kondisi permukaan kemudian kalikan dengan harga faktor keamanan, sesuai Tabel 11; (14) Hitung koefisien aliran rata-rata dengan rumus (6), yaitu: C1 . A1.fk1 + C2 . A2.fk2 + C3 . A3.F.fk + ........ C = A1 + A2 + A3 + ....... (15) Hitung debit air (Q) dengan menggunakan rumus (7), yaitu: 1 Q = C . I . A 3,6 5.2 Hitung Dimensi dan Kemiringan Saluran serta Gorong-gorong (1) Tentukan kecepatan aliran air (V) yang akan melewati saluran/gorong-gorong, berdasarkan jenis bahan saluran, sesuai Tabel 2; (2) Hitung luas penampang basah saluran/gorong-gorong (Fd) berdasarkan debit aliran yang akan ditampung dengan menggunakan rumus (25), yaitu: Fd = (m2) (3) Hitung luas penampang basah yang paling ekonomis yang dapat menampung debit maksimum, berdasarkan bentuk saluran/gorong-gorong, sesuai pasal 4.2.5.1 (4) Hitung dimensi saluran dengan menggunakan rumus (26), yaitu: Fe = Fd Sehingga didapat tinggi saluran/gorong-gorong = d (m) Lebar dasar saluran/gorong-gorong = b (m) (5) Hitung tinggi jagaan (W) saluran dengan rumus (27), yaitu: W = (m) (6) Hitung kemiringan saluran dengan menggunakan rumus (29), yaitu: i = ( ) 2 (7) Periksa kemiringan tanah di lokasi yang akan dibangun saluran dengan rumus (30), yaitu: i = x 100 % (8) Bandingkan kemiringan saluran hasil perhitungan (i perhitungan) dengan kemiringan tanah yang diukur di lapangan (i lapangan); i lapangan  i perhitungan, artinya bahwa kemiringan saluran yang direncanakan sesuai dengan i perhitungan; i lapangan > i perhitungan, berarti saluran harus dibuatkan pematah arus, sesuai Tabel 4. (9) Bandingkan kemiringan gorong-gorong dengan kemiringan gorong-gorong yang dijinkan, sesuai dengan Sub-Bab 4.2.3 butir 4);

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar